Adakah Bid'ah Hasanah ?

Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga sanad rawi lengkap perkataan Imam Asy Syafi'i rahimahullah yang membagi Bid'ah menjadi dua .... TERNYATA terdapat rawi yang Majhul (tidak diketahui / tidak dikenal).
.
Telah memberitahu kami Abu Bakr Al Ajuri : telah memberitahu kami ABDULLAH BIN MUHAMMAD AL ATHASI : telah memberitahu kami Ibrahim bin Al Junaid : telah memberitahu kami Harmalah bin Yahya, ia berkata : Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy Syafi'i (Imam Asy Syafi’i) berkata,
.
"Bid'ah ada dua macam: bid'ah mahmudah (baik) dan bid'ah madzmumah (buruk). Apa yang sesuai Sunnah adalah baik. Apa yang menyelisihi Sunnah adalah buruk."
.
- Abu Nu'aim, Al Hilyah Al Auliya, IX/113 no. 14168
.
Abdullah bin Muhammad Al Athasi adalah Majhul (tidak diketahui / tidak dikenal), sebagaimana yang disebut oleh Al Khathib Al Baghdadi rahimahullah (wafat 463 H) dalam Kitab Tarikh Al Baghdad dan As Sam'ani rahimahullah (wafat 489 H) dalam Kitab Al Ansab.
.
Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi hafidzhahullah mengomentari perkataan Imam Asy Syafi’i rahimahullah, beliau berkata,
.
“Di dalam sanad-sanadnya terdapat rawi yang majhul (tidak dikenal / tidak diketahui).”
.
- Ilmu Ushuli Bida’, hlm. 121
.
Sehingga perkataan Imam Asy Syafi'i rahimahullah yang membagi Bid'ah menjadi dua adalah diragukan sebab terdapat rawi Majhul (tidak dikenal/diketahui), maka tidak bisa dijadikan landasan hujjah dan dalil sedikit pun. Dan memang, pada dasarnya perkataan ulama bukanlah dalil, melainkan perkataan ulama membutuhkan dalil.
.
Sekarang tinggal mencari sanad rawi lengkap perkataan Imam Asy Syafi'i rahimahullah dalam riwayat Baihaqi, yang juga terdapat rawi yang Majhul (tidak dikenal / tidak diketahui) dalam sanad rawinya yang bernama Muhammad bin Musa Al Fadhl, yang tidak didapati biografinya sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al Hilali hafidzhahullah di dalam Kitab Al Bid'ah Wa Atsaruha As Sayyi’ alal Ummah hlm. 63-66.
.
Semoga Allah mudahkan, agar dapat menjadi bantahan yang jelas dan terang kepada para pengagung "Bid'ah Hasanah"
.
Dan seandainya serta sekalipun perkataan Imam Syafi'i rahimahullah itu Shahih (benar), maka juga terdapat bantahannya yang panjang
.

Atha bin Yussuf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalil Lengkap Haramnya Mengucapkan dan Merayakan Hari Natal dan Tahun Baru

Adab Khutbah Jumat Sesuai Sunnah: Khatib Persingkat Khutbah dan Perpanjang Shalat